It's Me, Myself and I
Me ? Myself ? and ? I ?







Sombong
Jumat, 27 Juli 2012 | 2 comment[s]

     Sudah tepat seminggu semenjak hari pertama bulan Ramadhan ya? Rasanya waktu berlalu terlalu cepat. Rasanya sebulan saja tidak cukup. Saya gembira sekali menyambut kedatangan bulan Ramadhan ini.
     Bulan Ramadhan selalu saya jadikan bulan bersih-bersih. Bersih-bersih rumah, hati dan pikiran.
     Sambil menjalani puasa hari ini, dengarkan cerita saya yuk? Cerita ini saya ambil dari buku Kaya Tapi Miskin oleh Mustamir. Buku ini sangat saya rekomendasikan karena didalamnya terdapat cerita-cerita humor yang kaya akan makna.
     Semoga cerita berikut dapat diambil hikmahnya ya.

     Seorang laki-laki setengah baya, pagi-pagi sekali, tiba dikantornya yang baru untuk mulai membenahi segala sesuatunya. Kemarin,  dia baru saja diangkat menduduki jabatan manajer.
     Ketika sedang berbenah dikantornya yang baru itu, tiba-tiba dia mendengar suara sekelompok orang dari arah pintu. Untuk membuat dirinya penting dihadapan orang-orang yang bakal melintas diruangannya itu, maka sang manajer baru itu langsung menyambar gagang telepon dan pura-pura berbicara,
     "Terima kasih, Pak," katanya memulai. "Terima kasih atas kepercayaan yang Bapak berikan terhadap saya. Sebagai direktur utama perusahaan, hari ini Bapak tentu akan membuat keputusan penting. Tapi saya harap Bapak jangan dulu bertindak sebelum saya memberikan pendapat saya. Ya, ya, kira-kira setengah jam lagi saya akan keruangan Bapak."
     Pria itu meletakkan gagang telepon dan dengan bangga menatap sekelompok orang yang dengan wajah terheran-heran telah berdiri didepan pintunya.
     "Well, apa yang bisa saya lakukan untuk saudara-saudara?" kata sang manajer baru itu.
     "Kami mau memperbaiki telepon itu, Pak."


     Kesombongan bukan hanya membuat hati menjadi keras, tetapi juga sangat memalukan.

     Sombong itu memang salah satu perbuatan tidak terpuji yang paling susah dihindari. Tapi, coba pikir ulang, siapa kita untuk berlaku sombong? Memiliki harta sedikit saja pamernya bukan main. Bagaimana dengan Allah yang memiliki semesta alam ini? Semesta alam yang, meskipun kita memiliki uang sebanyak apapun, tak dapat kita beli?
     Banyak-banyaklah beristighfar dan mohon ampun kepada-Nya

P.S: saya mengambil cerita dari buku Kaya Tapi Miskin bukan tanpa alasan. Buku ini menjadi buku yang paling saya sayangi karena seseorang yang memberikannya adalah seseorang yang cukup berarti bagi saya.

Label: , , ,



Older Post . Newer Post