It's Me, Myself and I
Me ? Myself ? and ? I ?







Inspirasi atau Plagiat? (Musik Indonesia Sekarang)
Minggu, 19 Februari 2012 | 0 comment[s]

     Hampir semua orang di dunia menyukai musik. Tua-muda, wanita-pria, pelajar-pekerja, dan lainnya, termasuk saya. Musik adalah teman saya yang paling setia, kapan pun dan dimana pun, musik selalu ada buat saya. Favorit saya adalah musik-musik dengan slow tempo dan sweet lyric. Tapi tidak jarang saya mendengarkan lagu-lagu upbeat yang menghentak.
     Biasanya sih, saya memilih untuk mendengarkan lagu-lagu Barat atau baru-baru ini, Korea. Kenapa tidak lagu-lagu Indonesia saja? Bukannya saya tidak mencintai karya negeri sendiri, tapi dibandingkan dengan kualitas musik Barat atau Korea, musik di Indonesia masih jauh.
     Berbeda dengan musik Indonesia zaman dulu, musik Indonesia sekarang kurang kreatif dan cenderung latah, maksudnya suka ikut-ikutan. Liat saja fenomena Boysband (BB) dan Girlsband (GB) sekarang.
     BB dan GB sendiri mulai bangkit lagi saat industri musik Korea rame-rame menerbitkan para pria dan wanita dengan kualitas suara dan dance yang bagus dan membentuk BB dan GB.
     Tapi, BB dan GB yang dihasilkan di industri musik Korea tidak sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang berbakat di bidang tari dan menyanyi, lalu di audisi dan masuk training. Trainingnya juga nggak sebentar, tetapi bertahun-tahun.
     Bagaimana dengan BB dan GB Indonesia? Well, saat BB Indonesia pertama muncul, saya sangat excited. Pikiran saya mulai melayang-layang membayangkan BB Korea dengan wajah tampan, abs menggoda, dan yang pasti dance yang memukau juga lagu-lagu yang mampu membuat wanita meleleh.
     Tetapi saat melihat BB itu perform secara live di tv, kening saya langsung berkerut. Mereka adalah SM*SH. Mereka tampil dengan dance yang pas-pasan dan bernyanyi secara lipsing. Bisa dihitung dengan jari saat mereka tampil dengan suara asli, itupun dengan terengah-engah.
     Belum lagi lagu dan koreografinya yang mirip dengan milik BB Korea, Super Junior. Ketika ditanya soal kemiripan tersebut, mereka menjawab bahwa mereka bukan seorang plagiat melainkan "terinspirasi" (sumber: kapanlagi.com)
     Jawaban mereka itu lantas ditiru oleh agensi penerbit GB yang sedang booming di Indonesia saat ini dan dianggap memplagiat GB Korea, SNSD, Cherrybelle. (sumber: kapanlagi.com).
     Baru-baru ini, Ayu Ting-Ting yang MV lagu terbarunya dikabarkan memplagiat MV (Music Video) milik 2NE1 - I am The Best pun melontarkan jawaban yang sama. Sutradara MV-nya mengakui bahwa ia "terinspirasi" dengan MV milik 2NE1 tersebut.
     Kejadian ini mengingatkan saya dengan kasus-kasus yang serupa. Contohnya lagu D'Masiv - Cinta Ini Membunuhku yang memplagiat lagu milik MCR - I Don't Love You. Mereka pun melontarkan klarifikasi yang sama: "terinspirasi".
     Atau lagu Vierra - Bersamamu yang memplagiat lagu Westlife - Close, lagi-lagi berkelit dengan alasan "terinspirasi".
     Hellloooo?!
     Saya beri tau ya, terinspirasi itu beda dengan plagiat. Terinspirasi itu ketika kalian dapat menghasilkan suatu karya karena termotivasi oleh sesautu yang kalian jadikan panutan. Sedangkan plagiat berarti mengambil karya orang lain lalu mengakuinya sebagai karya sendiri.
     Dibandingkan mendengarkan lagu-lagu yang entah karya sendiri atau menjiplak, saya memilih untuk mendengarkan lagu yang sudah jelas pembuatnya.
     Bukan berarti semua musisi Indonesia penjiplak juga. Mereka yang saya sebutkan di atas hanya oknum. Masih banyak musisi Indonesia yang mampu menghasilkan karya sendiri yang kualitasnya bahkan lebih bagus dengan musisi luar negeri.
     Sayangnya musisi-musisi yang seperti itu banyaknya bisa dihitung dengan jari, belum lagi ada yang tenggelam di tengah ramainya industri musik Indonesia saat ini. Saya sebagai pendengar hanya bisa berharap bahwa suatu saat saya dapat menikmati kembali karya-karya anak bangsa yang kualitasnya bagus tanpa mengambil hasil karya orang lain.

P.S: Saya menulis post ini karena saya sudah muak dengan mereka yang mengatakan bahwa orang yang lebih memilih lagu Barat atau Korea tidak mencintai karya anak negeri, yang berarti tidak mencintai bangsanya sendiri. Hey, SAYA BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA. Tapi bukan berarti saya mau menikmati karya hasil jiplakan. Justru kalian, yang bangga dan mengidolakan seorang plagiator, yang menghancurkan nama Indonesia di mata dunia. Please, grow up and be smart.

"What's original can not be replaced..."



Label: , , , , ,



Older Post . Newer Post