It's Me, Myself and I
Me ? Myself ? and ? I ?







Dear Friend...
Selasa, 15 November 2011 | 3 comment[s]
     Numpang curhat boleh? Mood nulis lagi tinggi, tapi nggak tau mau nulis apa. So, kali ini saya pingin nulis tentang seseorang, dia bisa dibilang cukup berarti bagi saya. Orangnya ceria, menyenangkan, dan yang paling penting, nggak mudah tersinggung. She's one of what I consider as a bestfriend.
     Singkat cerita, saya dan dia berteman cukup lama untuk saling mengenal satu sama lain. Selama pertemanan kami, saya bisa dibilang jahat sama dia, paling sering saya noyor atau nyubit dia. It has been a custom for me. Tapi dia sama sekali nggak marah. Paling-paling dia balas nyubit atau teriak keras-keras dikuping saya.

     Tadi pagi saat istirahat pertama, seperti biasa, saya dan teman-teman saya (termasuk dia) asyik mengobrol. Kalau pembaca pada bingung kenapa saya, anak SMA labil yang biasanya lebih suka nongkrong di kantin, malah ngobrol dikelas waktu istirahat, itu karena saya lagi hemat lokasi kelas saya yang dilantai dua itu cukup jauh dari kantin. Then suddenly it happened. Dia duduk tepat didepan saya saat tiba-tiba dia teriak di telinga salah satu teman saya. Refleks, saya ingin menoyor pipinya untuk membuat dia berhenti berteriak, but I end up slapped her.
     I'm shock! For a moment there I can't move. Saya benar-benar kaget dan si dia pun sama terkejutnya. Lalu dia berkata kurang lebih seperti ini: "... Ini bener-bener sakit loh Peh..."
     Setelah itu, ia buru-buru pergi. Selang beberapa waktu teman-teman saya yang lain bilang kalau dia tadi terlihat seperti hampir menangis dan menyuruh saya untuk mengejar dia.
     Saya mencari dia di kelasnya yang berada disebelah kelas saya. There she was, talking with some friends. I tried to talk to her, but she didn't listen to me. So I just went away, hoping that she'll come arround later...
     I'm sad as well as I'm angry to myself that I hurt her. I felt like crying that time.

     Now I realize that I do really like her. Yes, sometime she's annoying but that's friends. You can't hope perfectness from them.
     Saya harap dia membaca post ini agar dia tahu bahwa saya benar-benar minta maaf. I do it accidentally and I didn't mean to hurt her. Saya sangat, sangat, sangat menyesal. No matter what I did or said, saya menyayanginya.

     Even though she might hate me now, I still consider her as my bestfriend.
     Jadi, begitulah... Sampai sekarang saya masih belum baikan dengan dia. Kasus ini membuat saya jadi pusing. Belum lagi flu yang menyiksa ini tak kunjung reda. Dan seolah-olah semua itu belum cukup, besok saya harus menghadapi ulangan Kimia yang susahnya tingkat skripsinya @poconggg. GREAT! JUST GREAT!


 "You ought to know by now how much I am sorry and how much I love you..."

Label: , , ,



Older Post . Newer Post