It's Me, Myself and I
Me ? Myself ? and ? I ?







Comeback (Bukan Bahas Boyband atau Girlband)
Sabtu, 09 Juli 2016 | 1 comment[s]

Ketik, lalu hapus. Ketik lagi, lalu dihapus lagi. Begitu seterusnya sampai bingung sendiri mau ngetik apa lagi. Rasanya login lagi di blogspot itu... kikuk. Rindu. Semacam ada kupu-kupu yang beterbangan didalam perut. Pertanda gugup dan antusias secara bersamaan. Sama seperti sebelumnya, blog ini adalah tempat curahan unek-unek yang enggan disimpan sendiri. Kalau melihat tulisan pertama di blog, saya jadi malu sendiri. Lalu bertanya-tanya, was that me? Like really me? Truly?
Ternyata saya memang se-childish itu ya. Dan saya baru menyadarinya sekarang (so stupid xD).
Ada banyak hal berubah. Sekarang sudah bukan siswa SMA lagi. Sudah move on dari boyband korea. Sudah lama sejak terakhir kali mendengar lagu-lagu secondhand serenade. Sudah mulai meninggalkan 1D sejak Zayn angkat kaki. Sudah tidak diantar jemput lagi (sudah bisa bawa motor sendiri maksudnya, and yes it’s a big deal for me).
Tapi, seperti kata Dewa 19, aku tetaplah aku. A tiger never changes his stripes, the say. Saya masih cinta setengah mampus dengan Harry Potter (bahkan sekarang sedang menunggu terbit sequelnya tanggal 31 Juli ini, yang sudah lebih dulu tampil dalam format play, yaitu Harry Potter and The Cursed Child). Masih mengagumi Mr. Darcy (terutama saat diperankan oleh Collin Firth, siapa yang bisa lupa dengan adegan pertemuan antara Lizzy dan Mr. Darcy Pemberly? Itu tuh, adegan dimana Mr. Darcy mengenakan baju putih yang basah kuyup sehabis berenang dengan pakaian utuh. Yum!). Masih suka molor, meskipun frekuensinya sudah banyak berkurang setelah kuliah (kuliah dan praktikum farmasi gaes, kalau masih cukup tidur, bukan farmasi namanya. Agree?). Masih menyukai bakso (suka suka sukaaaaaaa sekali). Masih... apa lagi ya? Masih single? But of course I’m still single. Mana ada orang taken yang sibuk ngeblog malam minggu begini. Mana ada. (Hiks).
Setelah menyusun proposal, barulah saya menyadari betapa kangennya menulis curahan hati dengan bahasa Indonesia sekedarnya, dan tidak peduli tanda baca. Mengutip judul lagu dari ost drama Secret Garden, so here I am. Meskipun baru sempat update blog, harapannya sih akan update semua-muanya (termasuk tema blog yang sangat... pink. I’m sorry for hurting your eyes guys. Believe me it hurt mine too). Meskipun ada ribuan kata tak terungkap selama tiga tahun terakhir, rasanya tiga ratus kata yang sekarang sudah cukup untuk memulai lagi.
As the french say, Au revoir—Mr. Wickham on Pride and Prejudice (1995)


Label: , , ,



What's So Bad About The Darkness?
Jumat, 30 Agustus 2013 | 4 comment[s]
What's so bad about the darkness, you say?
Bagaimana kalau ada bayangan gelap yang suka lewat-lewat scepat kilat?
Bagaimana kalau ada sosok perempuan yang wajahnya tertutupi rambut hitam yang panjang dan kusam, yang kalau berjalan melayang-layang?
Bagaimana kalau ada sosok yang di bungkus kain putih yang terikat di bagian kepala dan kakinya, yang kalau berjalan melompat-lompat?


Kata orang, it was just your imagination.

Maybe I'm a scaredy cat.

Well, I AM a scaredy cat.

Hanya orang-orang pemberani saja yang tetap tenang saat ditinggal sendiri, di rumah yang sebesar ini, hanya ditemani jangkrik dan gelapnya langit tanpa bulan, oh... dan listrik yang padam tiba-tiba.
PLN, oh... PLN.



My New Obsession
Rabu, 20 Februari 2013 | 4 comment[s]
     Long time no see! Lama sekali saya nggak muncul disini. Jangankan muncul, inget punya blog aja nggak. Blame it on school, seriously. Dari Januari lalu sekolah saya buka bimbel-wajib-ikut dari Senin sampe Sabtu, masuk jam 2 selesai jam 4, jadi pulang sekolah langsung lanjut bimbel gitu. Saya, yang emang nggak biasa pulang sore, jadi tepar sendiri soalnya nggak bisa boci (bobo ciang).
     Tapi, bukan itu yang mau saya ceritain. Kali ini saya mau ngasi tahu readers tentang obsesi baru saya. He is...

MIKA

     And no, he's not that Mika Angelo, yang kontestan X-Factor itu (meskipun saya juga big fan-nya si Mika Angelo).

Sedikit tentang Mika dan awal mula saya 'menemukan' dia...

Mika yang ini lahir dengan nama Michael Holbrook Penniman, Jr, seorang penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris. Ia mengubah Mica (nama panggilannya) menjadi Mika karena ia kesal dengan orang-orang yang sering salah mengucapkannya. Mika lahir tanggal 18 Agustus 1983 (sekarang 29 tahun). Ia adalah anak ketiga dari lima bersaudara.
     Dua tahun yang lalu saya sempat jatuh cinta sama lagu Lollipop yang dibawain Mika, tanpa tahu siapa Mika itu. Awalnya saya pikir Mika itu penyanyi black american  dan cukup yakin soal itu, jadi saya nggak nyari tahu lebih lanjut. Lagu lain mulai muncul dan saya mulai lupa sama Lollipop.
     Terus, dua minggu yang lalu saya download lagu Grace Kelly yang dinyanyiin Alex waktu di X-Factor  episode Judge's Home Visit. Saya agak kaget dan setengah nggak percaya waktu tahu kalau Grace Kelly itu lagunya Mika; masa iya ini Mika yang sama, yang nyanyiin Lollipop? Secara, Lollipop itu lagunya lebih imut-imut gimanaaa gitu, sedangkan Grace Kelly lirik lagunya lebih deep.
     Akhirnya saya browsing dan, voila! Muncul sesosok pria tampan (well, for me he is). 





     Rasanya kayak di hipnotis, tiba-tiba aja saya sudah punya dua album penuh (Life in Cartoon Motion dan The Boy Who Knew Too Much). Yang buat saya terkejut lagi, ternyata dari album-nya yang Life in Cartoon Motion, ada dua lagu yang familiar sekali buat saya; Relax (Take It Easy) dan Love Today. Saya yakin yang pernah nonton TV pasti tahu dua lagu tadi, apalagi Love Today yang digunakan seagai soundtrack iklan minuman isotonik.

Yang menarik dari Mika...

Selain bahasa Inggris, Mika lancar berbicara Perancis dan Spanyol. Ia juga pernah belajar bahasa Cina dan Mandarin tetapi tidak pernah selancar ketiga saudara perempuannya.
     Sebuah rumor mengatakan bahwa suara Mika mencapai lima oktaf, lalu Mika membantahnya dan menyatakan bahwa suaranya hanya mencapai tiga setengah oktaf. Well, whatever it is, it's still cool...
     Mika tidak hanya menulis lagunya sendiri, tetapi ia juga menulis untuk musisi-musisi lain. Uniknya, ia selalu menggunakan samaran. Ia akui ada tiga nama samaran yang sering ia gunakan dan salah satunya, yang telah ditemukan, adalah Alice.
     Caranya bernyanyi, nggak tau kenapa, asyik aja. Saya, yang nggak suka genre rock dalam bentuk apapun, langsung nyantol sama semua lagunya yang rata-rata ber-genre rock, pop rock dan glam rock.
     Tapi, tau apa sih saya? For me, everything about him is more than just interesting.

Yang mengejutkan dari Mika...

Mika pernah menjadi korban bullying di Lycée Français Charles de Gaulle saat ia berumur sembilan tahun dan baru saja pindah dari Perancis ke London. 
     Ia juga pernah mengalami disleksia, sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan seseorang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Oleh karena itu, Ibunya mendaftarkan Mika untuk home schooling pada umur 12 tahun, selama enam sampai delapan bulan.
     Yang paling (paling, paling) mengejutkan, di bulan Agustus tahun 2012, pada sebuah interview dengan majalah Instinct, ia mengakui bahwa dirinya adalah gay (penyuka sesama jenis). Well, no comment lah ya...

Lagu yang saya rekomendasikan...

Sampai saat ini, Mika telah mengeluarkan tiga album; Life in Cartoon Motion, The Boy Who Knew Too Much, dan The Origin of Love. Dibawah ini adalah lima lagu favorit saya yang sangat saya rekomendasikan.

1. Grace Kelly
     Lagu ini di desain oleh Mika untuk menjadi ejekan kepada musisi yang mengubah jati diri mereka untuk popularitas. Judulnya diambil dari nama Princess of Monaco.
     Mika menulis Grace Kelly setelah sebuah record label mencoba mengubah penampilan dan suaranya untuk lebih meniru Craig David (seorang musisi yang saat itu sedang populer di UK).
     Pada sebuah interview dengan BBC, Mika mengatakan, "Grace Kelly kutulis setelah para musisi ini mencoba membentukku menjadi yang mereka mau. Aku sangat marah, lalu kutulis lagu ini dan mengirimnya kepada mereka. Mereka tidak menelponku kembali, tapi dua tahun kemudian mereka kembali bersikap baik kepadaku."
      Aw, Mika. I love you for who you are, not for who I want you to be.



2. Love Today
     Mika mendeskripsikan cerita dibalik penulisan Love Today pada sebuah interview dengan Sun Newspaper.
     "Aku sedang dalam keadaan sangat gembira saat menulis lagu ini dan aku ingin semua orang merasakan hal yang sama. Semua orang mencari hal yang sama, yaitu untuk mencintai dan dicintai kembali. Love Today memiliki semua itu, sebuah perasaan euforia yang kamu dapatkan saat semua berjalan dengan lancar."
     Just how you gonna love today and love this song.



4. Relax (Take it Easy)
     Lagu bergenre disco-electro ini diakui Mika sebagai lagu yang tergolong sulit diproduksi, tapi juga yang paling memuaskan.
     Dengerin lagu ini buat saya pingin dance sama Mika...



4. Lollipop
     Lagu ini tentang cinta, yang menurutnya, hanya akan membuatmu sedih. Mika menggambarkan cinta seperti setangkai lollipop, terlalu banyak mengonsumsi lollipop akan merusak gigi. Begitu juga dengan cinta, terlalu banyak 'mengonsumsi' cinta akan merusak jiwa.
     Mika menulis Lollipop sebagai pesan kepada adik perempuannya, memperingatkannya untuk tidak melepaskan keperawanannya terlalu cepat karena pikiran pria sangat berbeda dengan wanita.
    Well, love's gonna get you down.


Nah, apakah readers mengenal salah satu lagu di atas? Atau ada yang punya saran lain? Let me know. Sampai berjumpa lagi...




Label: , ,



Older Post